Meet the Living Goddess in Nepal

“It is a joked that Nepal has three religions – Hinduism, Buddhism and Tourism” (Lonely Planet)

Processed with VSCO with nc preset

Tribhuvan Museum, Kathmandu

Salah satu perjalanan wisata yang tidak akan saya lupakan adalah rangkaian wisata regional Asia Selatan. Tepatnya di tahun 2014, saya dan Matthew memulai perjalanan dengan mengunjungi India, Maladewa, Sri Lanka, Bangladesh dan sementara berakhir di Nepal. Everest! Itu yang ada di benak saya ketika mendengar negara ini disebut. Daya pikat luar biasa tentunya bagi para pendaki mancanegara. Namun jangan berkecil hati jika mendaki gunung jauh dari kegemaran Anda. Sungguh masih banyak sekali daya tarik Nepal diluar urusan pendakian gunung.

Processed with VSCO with nc preset

Bodhnath Temple

Sebagai negara landlock di daratan Asia Selatan yang berbatasan langsung dengan India dan Tiongkok, Nepal memiliki daya tarik luar biasa dari sisi lansekapnya yang bervariasi dan perbauran identitas India – Tiongkok yang berpadu sempurna. Dikenal dengan sebutan “The Land of Temples”, Nepal menjadi destinasi wisata budaya dan meditasi yang menarik bagi masyarakat dunia. Negara ini menjadi semakin istimewa karena disinilah Gautama Buddha dilahirkan. Dan tepat di hari raya Waisak 2017, catatan perjalanan ini mulai saya tulis.

2017-03-12 04.16.42 1 (2).jpg

Tiba di Tribhuvan International Airport kami segera menuju penginapan kami, Hotel Mums Home yang terletak di daerah Thamel, Kathmandu. Thamel merupakan daerah yang populer bagi para wisatawan.  ‘Kuta nya Nepal’ kalau kami berikan sebutan. Ibarat ‘surga’ bagi para wisatawan terutama pendaki, Thamel adalah pusat komersial Kathmandu yang terdiri dari beragam restoran selera Timur hingga Barat, beragam bentuk penginapan budget backpacker hingga menengah, toko-toko cinderamata hingga toko serba ada bagi para pendaki, kios-kios agen perjalanan, hingga seniman tato henna yang tak sungkan untuk berlari mengikuti Anda. Beragam rupa wisatawan juga akan Anda temukan disini. Mulai dari turis dengan pakaian rapi jali hingga macam turis bergaya hippie.

Processed with VSCO with hb2 preset

The Nepalese papier mache dolls

Dari Thamel kami berjalan kaki menuju Kathmandu Durbar Square. Durbar Square adalah kompleks kuil Kerajaan Nepal yang menjadi jantung kota tua dan menyuguhkan arsitektur kuil-kuil tua yang pastinya sangat spektakuler. Terletak di Kathmandu Valley, Durbar Square didirikan tepat di depan istana kerajaan kuno Nepal. Situs ini termasuk dalam salah satu situs warisan penting dunia – UNESCO World Heritage Sites.

Processed with VSCO with a6 preset

Pigeons at Durbar Square

Di kompleks Durbar Square, kami menyempatkan untuk mengunjungi Tribhuvan Museum. Museum ini dulunya adalah bagian dari istana yang dipergunakan oleh Raja Tribhuvan Bir Bikram Shah untuk mengamati aktivitas penduduk. Dari jejeran jendela yang mendominasi bangunan, Raja Tribhuvan memastikan ada kepulan asap dari setiap dapur rumah penduduk, yang artinya tidak ada keluarga yang kelaparan. Anda akan dibuat kagum dengan pemandangan istana dan kota dari puncak museum ini.

Processed with VSCO with hb1 preset

Nepalese kid with the traditional black eye makeup

Processed with VSCO with a6 preset

Tibeti Singing Bowls

Selepas mengeksplorasi Tribhuvan Museum dan gang-gang kecil di area Durbar Square, kami tentunya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat secara langsung ‘Dewi Hidup’ yang dipuja oleh penduduk Nepal, Kumari Devi! Kumari (Sansekerta: Kaumarya) adalah sebutan “Puteri” untuk gadis kecil ‘terpilih’ yang diyakini oleh penduduk Nepal sebagai reinkarnasi Dewi Durga. Diseleksi melalui serangkaian ritual tantangan khusus. Selain itu seorang calon Kumari adalah gadis kecil berusia antara 4 hingga 7 tahun yang memiliki 32 persyaratan fisik dan horoskop sesuai kriteria. Ketika seorang gadis terlah terpilih menjadi Kumari Devi, maka ia dan keluarganya akan dipindahkan ke rumah khusus di kompleks Durbar Square, yakni Kumari Bahal.

Processed with VSCO with hb1 preset

Kumari Devi (Image source: pri.org)

Layaknya seorang puteri, hidup seorang Kumari Devi tentunya sangat dimanja dan dipuja. Namun ruang gerak dan interaksi seorang Kumari Devi tentunya tidak lagi sama seperti rakyat biasa. Ia hanya diperbolehkan untuk berinteraksi dengan keluarga inti dan tidak diperbolehkan untuk keluar dari Kumari Bahal melainkan hanya dalam perayaan-perayaan khusus. Di Kumari Bahal, dalam satu hari Kumari Devi akan muncul memperlihatkan diri kepada pengunjung dengan pakaian dan riasan tradisional. Duduk sejenak selama kurang lebih lima menit, Kumari Devi dipelihatkan kepada pengunjung melalui jendela lantai dua Kumari Bahal. Pengunjung dilarang untuk mengabadikan sosoknya. Seorang Kumari Devi akan dipuja hingga akhirnya ia memasuki masa pubertas. Selepas ia memperoleh periode menstruasi, Dewi Durga dipercayai tidak lagi bersemayam dalam tubuh gadis tersebut. Ritual pemilihan seorang Kumari Devi baru akan langsung dihelat.

Processed with VSCO with hb2 preset

Swayambunath Stupa

Perjalanan wisata di Kathmandu tentunya tidak lengkap jika tidak mengunjungi Swayambhunath. Dikenal dengan stupa iconic-nya, Stupa Swayambhunath tercatat sebagai salah satu situs warisan dunia (UNESCO World Heritage Site) dan merupakan salah satu kuil penting bagi umat Buddha dunia. Disini rangkaian doa-doa dan mantra digumamkan, sambil sesekali para pendoa berjalan sambil menggerakkan prayer wheels yang melingkar disepanjang kuil.

Processed with VSCO with a6 preset

The prayer wheels, Swayambunath Temple

Selain Swayambhunath, objek wisata lain yang wajib masuk dalam rincian perjalanan Anda adalah Stupa Boudhnath. Sama halnya dengan Swayambunath Stupa, Kuil Boudhnath juga tercatat sebagai salah satu situs penting warisan dunia. Stupa Boudhnath termasuk salah satu stupa terbesar dunia. Cobalah naik ke area atas stupa, Anda akan disuguhi panorama warna-warni bangunan rumah penduduk, restoran, dan penginapan disekeliling stupa.

Processed with VSCO with a6 preset

Nepalese Chilli Chips

Processed with VSCO with a6 preset

The Boudhnath Stupa

2017-05-12 03.58.05 1.jpg

The Boudhnath Stupa

Puas mengeksplorasi situs-situs budaya penting di Kathmandu, kami memutuskan untuk menikmati keindahan pegunungan Himalaya dari dataran tinggi Nagarkot. Hanya berjarak 32 kilometer dari Kathmandu, Nagarkot terkenal sebagai spot terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam di sejajaran Pegunungan Himalaya. Keindahan Pegunungan Himalaya dapat Anda nikmati sembari duduk menikmati teh hangat di balkon hotel. Sempurna!

Oh ya, jika ingin menambah kesan atas kunjungan di Nepal, jika berminat Anda dapat mengikuti kelas meditasi atau yoga yang banyak ditawarkan sejumlah resort dan penginapan di Nagarkot. Kesempatan semenarik ini tentunya tidak saya lewatkan.

Processed with VSCO

Himalaya Mountains, Nagarkot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s